Menunggu (Keberhasilan) Pelaksanaan Kurikulum 2013

Logo Kurikulum 2013

Logo Kurikulum 2013

Jumat lalu, sekolah Ghaly (SD Bhakti YKKP) mengundang orang tua murid untuk Sosialisasi Program 2013. Dari waktu yang dijadwalkan, sebenarnya saya agak malas untuk datang. Bayangkan saja, sekolah mengundang hari Jumat jam 2 siang – selesai. Jam-jam segitu kan sebenarnya tanggung buat orang tua yang bekerja di kantor.  Tapi karena saya sangat tertarik dengan agendanya, saya putuskan untuk ambil cuti untuk datang ke sekolah. Itu pun hampir saja batal datang karena tiba-tiba jam 1 siang mendung dan hujan datang bak tamu tak diundang.

Sedikit alasan yang ingin saya share kenapa saya ingin sekali datang ke sosialisasi ini (sampe dibela-belain cuti segala). Alasannya karena pada awal penerapannya banyak sekali pro dan kontra dari masyarakat. Saya sendiri belum menyimak benar apa sih tujuan pemerintah sebenarnya di balik penggantian kurikulum yang terus berganti ini, terutama bila ada pergantian presiden dan kabinet dengan para mentrinya. Mungkin yang kontra beranggapan berapa anggaran lagi yang dikeluarkan pemeritanh untuk penerapan sistem baru ini. Atau ada juga yang berpikir, ganti kurikulum, pastinya ganti lagi sistem belajar. Apakah sekolah sudah siap? Apakah guru-guru sudah siap? Apakah anak-anak akan menjadi korban (lagi) dari pergantian kurikulum yang hanya ingin mengikuti ego pemerintah saat itu?

Dari semua alasan-alasan diatas itulah, maka saya sangat antusias untuk ikut sosialisasi ini. Saya ingin tahu detail seperti apa Kurikulum 2013 dan bagaimana pelaksanaannya akan diimplementasi di sekolah anak saya.

Sekolah Ghaly baru menerapkan Kurikulum 2013 di tahun ajaran yang akan datang (2014-2015). Dan penerapan awal akan dilaksanakan di kelas 1,2,4 dan 5. Ini sejalan dengan program Kemendikbud bahwa Kurikulum 2013 akan diimplementasi secara bertahap, tidak serentak dari kelas 1 hingga kelas 6. Ghaly akan kelas 5 tahun ajaran mendatang dan kebetulan Nikha juga akan masuk kelas 1 di tahun ini. Jadilah kedua anak saya akan mendapatkan Kurikulum 2013 di tahun ini. O ya, sekolah menyingkat Kurikulum 2013 menjadi K-13 agar lebih “efisien” dalam pengucapan dan penulisannya. Dari penjelasan yang saya dengarkan dengan khusyu dan hikmat dari awal sampai akhir, ada beberapa inti yang bisa saya ambil :

  1. Menekankan pada karakter

Untuk jenjang Sekolah Dasar, K-13 ini lebih menekankan kepada karakter yaitu sikap dan akhlak anak. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya bahwa anak hanya didasari dengan pengetahuan (knowledge) yang lebih bersifat teori. Ada alasan utama mengapa anak-anak yang masih bersekolah di tingkat dasar sangat ditekankan pendidikan sikap dan akhlak. Belakangan ini banyak kasus yang terjadi bahwa anak-anak tingkat dasar sudah mem-“bully” temannya hanya karena faktor sepele, bahkan ada yang sampai berujung kematian. Saya saja enggan membacanya di media-media, bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tega melihat isi beritanya dan bagaimana orang tua yang menghadapinya. L

  1. Penerapan materi secara tematik

Saya dulu sempat mengeluhkan ke guru anak saya mengapa sekolah tidak menyiapkan loker khusus untuk setiap anak agar mereka tidak perlu membawa pulang-pergi semua buku-bukunya (terutama buku cetak) kecuali bila ada tugas yang harus dikerjakan di rumah. Dulu kurikulum diberlakukan dengan sistem parsial, setiap mata pelajaran diajarkan terpisah dan tidak berhubungan (dihubungkan) dengan mata pelajaran lain. Akhirul kata, setiap mata pelajaran punya buku cetak dan latihan masing-masing. Dimana buku-buku tersebut, terutama untuk pelajaran exact, tebalnya bisa buat mukulin tikus sampe mejret -__-

Nah di K-13 akan diterapkan pemberian materi secara tematik, dimana saat belajar 1 tema, siswa akan diajarkan memandang suatu case/kegiatan dari semua unsur mata pelajaran. Nah ini yang saya suka. Kenapa? Karena akan diajarkan untuk menggunakan nalar, logika juga bila memungkinkan akan langsung terjun ke praktek. Oya ditambah lagi, sisi agama dan akhlak akan selalu diterapkan ke program K-13 ini. Nice huh?

Dan satu lagi yang menggembirakan untuk saya (dan mungkin semua orang tua), karena program K-13 ini sangat ingin diterapkan pemerintah, maka buku panduannya pun disubsidi oleh pemerintah alias gratis. Iya GRATIS. Dulu saya pikir buku yang disubsidi itu hanya untuk sekolah negeri saja. Tapi ternyata sekolah swasta yang akan menerapkan program K-13 juga mendapatkan. Seperti yang dicontohkan kemarin, buku-bukunya masih relatif wajar untuk ukuran ketebalannya. Sehingga anak-anak tidak perlu seperti membawa beban 100 kilo di pundaknya.

  1. Penilaian untuk siswa tidak  berupa angka

Ini akan berpengaruh besar saat pembagian raport. Penilaian terhadap anak tidak melulu hanya berupa angka. Dalam hal ini, penilaian sudah berupa penjabaran dan  deskripsi tentang perkembangan anak dalam kalimat positif, yaitu tentang apa yang menonjol dari kemampuan anak-anak. Kira-kira hampir serupa dengan raportnya anak TK. Saya lebih suka penilaian seperti ini, sehingga bisa menjadi trigger untuk orang tua bagaimana melihat kekurangan dan kelebihan anaknya dan mencari solusi dari kekurangan mereka.

Kira-kira segini kesimpulan yang bisa saya petik dari pemaparan tentang K-13. Mungkin masih ada yang tidak sempat tercatat di memori saya. Tapi dibalik semua itu, hal utama yang sangat saya harapkan dan memang yang menjadi key point-nya adalah peranan guru. Persiapan Guru untuk mengimplementasikan tercapainya program ini sangat sangat dibutuhkan.  Memang sebelum menerapkan sistem ini sekolah harus benar-bebar siap menyiapkan para gurunya untuk bisa menguasai materi K-13. Dan inilah yang sudah dan sedang disiapkan sekolah anak saya untuk mencapai keberhasilan Kurikulum 2013.

Saya sebagai orang tua sangat mengharapkan program ini berhasil. Analisa dan logika semakin dibutuhkan anak-anak sejak kecil, dan tentunya pula agar mereka semakin berkembang, berkreasi dan dapat berinovasi dalam melihat sudut pandang suatu hal, suatu kasus, suatu materi yang akan dibutuhkan mereka juga di kemudian hari.

I am waiting for it… 🙂

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Parenting, Sekolah, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s