Show Me with Your Love…..

Menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang itu bisa beraneka ragam bentuknya. Ada yang biasanya senang memberikan barang untuk orang-orang tercinta, ada yang senang memberikan pujian dan kata-kata mesra untuk pasangannya atau ada juga cukup dengan menggunakan kata hati, masing-masing sudah tahu apa yang dimaksud

Dari sejak pacaran, saya dan suami bukanlah tipe yang mengumbar rasa cinta dan sayang dengan kata-kata apalagi barang.  Pacaran kami jarak jauh dan relatif singkat. Cukup 7 bulan pacaran selanjutnya menikah 😉 Kami mungkin termasuk tipe yang terakhir dari kategori diatas. Bukan kebiasaan kami berdua yang suka memberikan pujian dan menunjukkan rasa cinta. Sepertinya dengan sendirinya kami berdua tahu apa yang ingin disampaikan.

Tapi ada satu hal yang akhirnya terlihat oleh kasat mata saya, cara suami menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada keluarga. Dengan MASAKAN. Suami jarang membelikan saya macam-macam barang. Takut bukan selera saya katanya. Paling hanya setahun sekali, saat ulang tahun saya atau anniversary kami. Tapi kalo urusan belanja bahan makanan, paling seneng dia. Segala macam bumbu kalo bisa ada tuh tertata di dapur. Karena dapur kami yang mungil, saya sering larang beli bahan-bahan yang jarang dipakai. Kalo tidak, bisa-bisa pindah tempat ke bak sampah karena sudah keburu habis kadaluarsanya.

Suami bukanlah chef yang handal, diapun terkadang masih coba-mencoba resep yang ingin dimasak. Jadi kami sangat maklum bila menjadi “kelinci percobaan”nya. Tak apalah. Toh gadisku selalu mengacungkan jempolnya setiap menikmati masakan papanya. Suami paling senang masak pasta. Segala macam pasta dia coba. Dengan mix and match dressing-nya. Terkadang juga masakan Jepang. Bento dan Sushi jadi pilihan dan kesukaan anak-anak. Kalo saya lebih suka dibuatkan salad pasta yang plain,  atau yang hanya “disiram” minyak zaitun dan tambahan garnish yang agak ringan. Maklumlah sudah ingat umur dan penyakit senja 🙂

Menunjukkan Cinta dengan Masakan

Menunjukkan rasa cinta bisa juga loh dengan masakan

Kebiasaan suami memasak gak pernah menentu waktunya. Lebih banyak ketika hari libur. Tapi tidak jarang juga, suami membuat masakan di pagi hari ketika waktu sarapan tiba. Biasanya setelah saya beberes dan siap-siap mau berangkat kerja, taaadaaaa sarapan enak sudah tersedia di meja. Aaahhhn nikmeeehh sekaliii….:)

Begitulah cara menunjukkan cinta suami kepada saya juga keluarga. Tak perlu lah diumbar dengan kata-kata mesra dan pujian setinggi langit. Tak usah pula harus berupa barang-barang. Dengan membuat masakah untuk keluarga dengan rasa sayang dan bumbu cinta, tentu sudah mewakilkan semuanya. Jadi saya punya istilah sendiri untuk keterkaitan antara makanan dan cinta. Yaitu “Dalam masakan yang enak terdapat cinta yang kuat”.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s