Maafkan Mama ya, Nak…

I feel terrible today.

Mulai berasa gak enak sebenarnya sejak semalam. Dan ditambah dengan kejadian pagi ini. Argghhh really not feel good enough 😦

Berawal saat semalam ketika menemani dan mengajarkan si kakak. Memang mood sedang gak bersahabat karena tamu bulanan tiba, juga setelah lelah harus menunggu bus yang cukup lama dan harus berdiri dari halte kantor sampai rumah. Tiba di rumah langsung menghadapi anak-anak untuk persiapan sekolah besok. Hari ini memang ada jadwal si kakak ulangan harian.

Satu jam pertama proses (menemani) belajar berjalan lancar. Satu per satu contoh soal dari gurunya bisa terjawab walau dengan tersendat beberapa kali. Dan ketika jarum jam hampir mendekati pukul 9, pelajaran math yang terkadang menjadi beban buatnya mulai menyusahkan. Beberapa kali dia salah hitung, salah cara, dan luaammaanya mengerjakan satu soal yang menyebabkan saya jadi hilang kesabaran. Akhirnya emosi saya pun meningkat dan tanpa sengaja atau niat tertentu, saya tiba-tiba mengatakan “Kakak, kamu ngerjain satu soal gini aja lama banget sih, Nak. Gimana besok UH di sekolah. Kamu bisa kehabisan waktu lagi dan gak selesai ngerjain soalnya”. Dan secara langsung kakak mulai menangis dan mengucapkan sesuatu yang saya menyesal sal sal sal sekalii. “Mama, kenapa doain aku begitu sih? Kalo mama bilang gitu kan, aku kan jadi takut buat UH besok…”

Astaghfirullah Nak…. maafkan mama ya 😦 Sungguh, mama gak maksud buat kakak seperti itu. Mama cuma pengen kakak lebih sigap, lebih cepat dalam mengerjakan soal. Ahhh sungguh saya benar-benar menyesal. Apalagi perkataan ibu kan bisa jadi kenyataan ya. Ya Allah, maafkan perkataan saya.

Belum cukup emosi saya semalam, tadi pagi kejadian lagi. Kali ini adek yang jadi targetnya. Kebiasaan si adek bangun pagi langsung mandi untuk siap sekolah memang agak pe-er buat saya. Senang mengulur waktu dan malas-malasan sudah menjadi trademark-nya. Biasanya bapaknya yang mau ngalonin si adek. Tapi pagi ini pas kebetulan saya yang handle. Saat memintanya mandi, si adek benar-benar tidak mau beranjak dari tempat tidur. Padahal matanya sudah melek. Saya ingatkan bahwa sehari sebelumnya, mereka hampir telat tiba di sekolah karena macet yang lumayan parah. Himbauan saya seperti tidak mempan baginya. Secara refleks, saya menarik tangannya agar segera beranjak dari tempat tidur dan segera mandi. Tiba-tiba ia teriak, “Awww! Sakit mamaaaaa…!” Saya pun langsung menyahut, “Makanya ayooo bangun. Langsung mandi!” Seketika itu juga, si kakak yang sedang bersiap-siap berpakaian langsung nyeletuk yang buat saya kaget “Makanya, dek. Bangun buruan! Nanti mama kejam loh”

Ya Tuhan……saya buat salah lagi ya. Sedih hati saya dengar perkataan mereka. Tapi mereka gak salah. Saya yang salah. Terkadang saya tidak bisa mengontrol emosi yang sering datang. Maaf nak.,,,,:( ~Inhale…..exhale…..inhale….exhale…..~

Ternyata perasaan bersalah terbawa hingga menjalani pekerjaan di kantor. Merenungi dan meminta maaf berkali-kali ke mereka hanya dalam hati. Rasanya ingin pulang segera dan memeluk mereka erat dan mencium mereka dan mengucapkan permintaan maaf ini…. Maafkan mama ya, Nak 😦

See you at home, my kiddos….

P.s. :

Please don’t this at home or anywhere else to your kiddos! Jangan….pokoknya jangan! Kamu akan menyesal seumur hidup. Believe me.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kiddo, Parenting. Tandai permalink.

2 Balasan ke Maafkan Mama ya, Nak…

  1. titiw berkata:

    duuuhhh baca gini aja aku nangisss.. semoga nanti insha Allah bisa jadi mama yang baik buat semuanya dan gajadi “mamakejam” x)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s