Selamat Hari Ibu, Ma…

Happy Mothers Day

Sebagian Hasil Karya Ibuku Yang Selalu Ditunggu Langganannya

Ibuku hanyalah seorang ibu biasa layaknya ibu-ibu lainnya. Memiliki pendirian yang kuat dan termasuk ibu yang dominan di sebuah rumah tangga. Tak bisa dipungkiri, aku sering melihat pendapat ibuku lebih menentukan daripada pendapat anggota keluarga lainnya di rumah. Termasuk dengan ayahku. Tapi dibalik semua itu, akhirnya saya melihat keteguhannya dalam berpendapat tak lain untuk kebaikan keluarganya.

Saya termasuk anak tertua diantara dua adik saya, tak kalah serunya bila berbeda pendapat dengan ibu. Tak jarang semua berujung dengan aksi mogok bicara selama berhari-hari. Dan akhirnya perdamaian selalu terjadi karena aku takut kualat tidak bisa masuk surga. Tapi itu dulu. Sejak memiliki anak perempuan yang beranjak remaja, saya seperti dejavu bila berselisih pendapat dengan anak saya. Tak mau terjadi lagi ada acara mogok bicara, saya lebih bisa berpikir secara logika diatas emosi bila ada masalah.

Dibalik kekuatannya dalam berkehendak, ibuku juga memiliki semangat yang besar. Teramat besar sampai aku sendiripun kagum dengan kegigihannya. Sejak sekitar 5 tahun lalu ibuku harus merelakan salah satu payudaranya karena kanker, menjalani pengobatan yang tidak bisa dibilang mudah, mengalami kehilangan rambut, nafsu makan, dan kesempurnaan seorang perempuan. Belum cukup sampai situ, ibuku pernah mengalami operasi di telapak kakinya hanya karena kemasukan bakteri yang mungkin tak masalah dengan orang sehat, sampai dokter hampir memutuskan amputasi di kakinya. Tapi Allah sayang dengan ibuku. Semua itu telah lewat, telah usai.

Dalam menjalani hari-harinya sekarang, ibuku selalu ingin mengisi dengan kegiatan yang berguna. Kalau bisa malah menghasilkan uang. Iya, beliau tidak mau bergantung kepada siapapun. Dari mahir membuat kristik ketika aku masih kanak-kanak, membuat tas dengan benang wol dan sekarang membuat hiasan atau aksesoris dengan akrilik. Tidak hanya itu, kadang ibuku juga diminta untuk mengajarkan ibu-ibu lainnya yang ingin berkreasi. Hebatnya lagi, selain menjadi penghasil, ibuku juga merangkap marketing untuk barang ciptaannya. Tidak pernah malu untuk memulai percakapan dengan orang baru bahkan bisa sampai menjual barang kreasinya dengan orang yang baru sekali ketemu. Belum cukup sampai situ, ibuku rela bolak balik ke daerah Kota sana dengan kendaraan umum untuk belanja bahan-bahan juga untuk mencari sesuatu yang baru untuk dipelajari.

Mungkin terlalu panjang untuk menceritakan tentang ibuku. Tak cukup satu tulisan ini yang bisa mengungkapkan semua. Aku bangga, teramat bangga dengan ibuku. Terpikir selalu dibenakku apakah aku bisa sehebat beliau bila seumurannya kelak.

Selamat Hari Ibu, Ma……Love U selalu…..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keluarga dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s