Pengalaman Pertama dan Terakhir di Elevenia

Serbuan Promo Online Shop via Email

Serbuan Promo Online Shop via Email

Sebagai seorang perempuan…wanita…ibu-ibu…yang namanya belanja atau sekedar windows shopping is something like little heaven, right? Seperti melihat sesuatu yang enak dilihat padahal butuh juga enggak dengan barang tersebut. Kayanya refreshing mata buat para wanita, ya liat-liat barang di etalase toko. Mau toko pakaian, toko sepatu, toko perlengkapan, toko peralatan, toko buku, pokoknya yang sesuai dengan maunya mereka, pastinya itu menyenangkan. Dan ini yang buat “kantong belanja” lebih cepat terkuras sebelum waktunya, apa yang gak pengen dibeli jadi pengen punya, apa yang gak dibutuhin jadi numpukin barang gak terpakai di pojokan. Padahal belum tentu juga digunakan. Itulah “kalap mata”.

Apalagi sekarang ini belanja semakin dimudahkan. Dari via telepon, bbm, sms, wa, instagram, facebook sampai etalase cantik yang mejeng di dunia maya. Bahkan sekarang pun sudah bisa belanja via aplikasi di android, perangkat yang bisa dibawa kemana-mana oleh manusia. Duh…. (~o~) Tak terkecuali saya dong. Saya semakin sukaaaaak belanja….via online. Gak pake cape, gak pake bayar parkir, gak pake macet dan pastinya bisa dikerjakan sambilan (belanja sambil kerja hihihi…sssttt). Pokoknya sejak online shop bertabur kaya jamur di dunia online, hampir tiada henti email saya berisi notifikasi email promo, diskon, new comer atau apalah dari para operator jualan itu. So far buat saya itu gak masalah, tinggal dari pribadi masing-masing sik, mampu gak menahan diri ngeliat promo barang di depan mata.

Sejauh ini saya merasa mampu menahan diri untuk belanja online. Cieeee…… 😀 Biasanya sebelum belanja, trik saya selalu memasukkan barang di wishlist terlebih dahulu sambil windows shopping barang dan toko lain yang siapa tau ada yang lebih murah dan menarik. Sudah lebih dari 3 online shop yang telah masuk ke proses transaksi. Dan menurut kategori saya, pelayanan mereka sudah cukup memuaskan. Walaupun ada 1 – 2 yang agak lambat pengirimannya, tapi tak masalah yang penting barang sampai dan sesuai dengan pemesanan.

Pernah juga ngalamin pembelian barang yang ternyata barangnya tidak berfungsi dengan baik. Setelah bolak-balik kontak pelayanan pelanggan, akhirnya dilakukan proses refund lengkap dengan ongkos kirim yang harus saya keluarkan untuk mengirim balik barang tersebut. Dalam hal ini saya sangat puas dengan pelayanan bisnis online seperti itu. Selain toko itu harus bisa melayani pembelian pelanggan dengan baik dan yang gak kalah penting adalah saat-saat pembeli komplain atas transaksi jual beli yang terjadi. Online shop harus siap dengan respon cepat dan tidak merugikan pelanggannya. Namanya juga “Pembeli adalah Raja”. Ya kan?

Tapi baru-baru ini, saya mengalami belanja online yang tidak mengenakkan — menurut saya ya sebagai pembeli di Elevenia. Padahal situs ini termasuk online shop besar kan?!?

Voucher Belanja Elevenia

Voucher Belanja Elevenia

Jadi awalnya saya diberikan voucher belanja nih sama teman – sebagai hadiah ulang tahun. Si teman sudah menginfokan bahwa voucher akan berakhir bulan Februari 2015. Saya pikir masih cukup waktulah untuk windowshopping dulu sebelum belanja. Akhirnya setelah melihat-lihat barang, saya memutuskan untuk membeli 1 produk elektronik dengan menambah uang tentunya. Karena syarat dan ketentuan voucher tersebut, belanja harus sejumlah minimal 2x dari nilai voucher.

Saya bertransaksi 2 hari sebelum valid, yaitu 26 Februari 2015 dan langsung saya bayar via transfer bank. Dan pesanan saya pun sudah terkonfirmasi melalui email bahwa “Pesanan telah didaftarkan”. 1-2 hari berlalu belum ada notifikasi. Cukup lama menurut saya buat respon dari sebuah online shop besar. Dan baru pada 3 Maret 2015 lalu, saya mendapat email bahwa pesanan saya dibatalkan karena tidak ada respon dari penjualnya. Di email juga dijelaskan proses refund yang bisa saya lakukan. Meneliti kalimatnya satu per satu, tapi kok tidak ada satu penjelasan pun mengenai nasib voucher saya. Lahhh kemana nih voucher saya. Masa hangus sih….?

Akhirnya saya hubungi nomor CS yang tertera di emailnya. Tidak menunggu lama, mbak CS di seberang sana menyaut ramah, awalnya. Setelah menyampaikan keluhan sana sini, ternyata benar apa yang jadi kekhawatiran saya. Dijelaskan bahwa voucher saya hangus karena sudah melewati batas waktunya. Lah kok? Tunggu dulu….Gimana bisa? Saya kan gak salah, bukan saya yang melakukan pembatalan. Kenapa peraturannya seperti ini. Mbak CS disana sudah mulai ba bi bu jelasin yang menurut saya gak jelas. Malah saya diminta (mencoba) mendownload lagi voucher dari web mereka. Lah piyeee? Saya gak mau coba-coba, saya mau yang pasti-pasti aja. Setelah beberapa kali saya diminta menunggu karena si mbaknyah agak bingung menjawab teror pertanyaan saya, akhirnya terdengar tak ada suara apapun di seberang sana. Mungkin si Mbaknyah sudah tidak bisa meladeni “pertanyaan” dan “ketidakterimaan” saya yang bertubi-tubi karena kadung kecewa dengan aturan online shop ini.

Belum puas dengan jawaban mbak-mbak CS, saya pun melayangkan keluhan via email. Dan respon via email dijawab cukup cepat hanya dengan hitungan jam. Namun jawabannya sama, membuat saya kecewa. Voucher saya hangus dan tidak ada penggantian apapun dari Elevenia kecuali refund dari uang yang telah saya transfer.

Kecewa? Sangat….. Apalagi ini pengalama pertama saya di  online shop ini. Aturan yang tercantum bahwa voucher berlaku hanya untuk 1x transaksi bisa diterima dengan logika. Tapi apakah termasuk transaksi bila proses jual beli tidak jadi berlangsung? Pembatalan dari pihak penjual malah, bukan pembeli. Dengan aturan sepihak yang diterapkan menurut saya sangat merugikan pelanggan. Baiklah, dengan ini saya menetapkan dengan ketetapan hati bahwa saya tidak akan pernah lagi belanja di Elevenia.

Balasan email kekecewaan saya kepada CS-nya sudah tidak semangat lagi karena lelah berargumen dengan online shop ini.

“Ini adalah pengalaman saya pertama kali belanja di Elevenia. Dan saya langsung kecewa dengan jawaban yang diberikan. 
Maaf saya tidak mengerti dengan sistem yang berlaku di Elevenia karena dalam hal ini saya sebagai pembeli telah dirugikan karena bukan atas kesalahan saya pembatalan terjadi. 
Saya juga pernah mengalami hal serupa di online shop lain dimana saya belanja dengan menggunakan voucher namun barang tidak tersedia, Tetapi treament yang mereka berikan adalah voucher saya digantikan dengan yang baru sehingga saya tidak merasa dirugikan. 
Dengan perlakuan seperti ini,  tentunya saya tidak akan berpikir dua kali mau belanja lagi di elevania. Dan pengalaman yang saya alami ini akan menjadi track record yang buruk dengan sistem pelayanan yang diterapkan. Juga pastinya saya tidak akan merekomendasikan kerabat atau kenalan saya untuk belanja online di Elevenia. 
Terima kasih atas ketidaknyamanan yang telah diberikan. “

Semoga ini jadi pelajaran buat semua yang senang belanja di online shop. Juga semoga ini bisa menjadi inputan buat para online shop bahwa agar tidak semena-mena membuat aturan yang dapat merugikan para rajanya. Inga….inga…..”Pembeli adalah Raja”, toh….?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di LearningbyDoing, Pengalaman dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Pengalaman Pertama dan Terakhir di Elevenia

  1. Kalau tidak terpaksa sebaiknya hindari aja deh yang bikin ribet , lebih baik yang mudah seperti tokopedia,bukalapak,lazada 😀

  2. Nita Rosalia berkata:

    sist elevenia itu kan kredit yah? terus tiap bulan setorannya kita yang kirim atau saldo di rekening sudah terpotong otomatis tiap bulannya ya? mohon bantuan infonya sist…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s